Tuesday, 19 December 2017

Duo Fahlavi Belajar Berbicara?



Pulang kerja sore ini disambut dengan cerita seru dari kawan-kawan kecil saya. Mereka membuka kulkas dan menunjukkan hasil karya mereka. 

Es Krim Milo.

Mereka membuatnya bersama siang ini, saat saya masih kerja. Saya pun meminta mereka menjelaskan bagaimana cara membuat Es Krim Milo nya itu. 

Ini edisi pertama sekaligus edisi percobaan. Tujuan saya untuk melatih kepercayaan diri mereka dan juga mengembangkan kemampuan verbal mereka. Setelah bulan lalu saya ajak mereka menulis cerita tentang 'serunya hari mereka', sekarang kita latihan berbicara. 




Setelah melalui edisi percobaan menjelaskan cara membuat Es Krim Milo, saya tawarkan kembali pada kawan-kawan kecil saya, "Siapa yang mau menjelaskan lagi cara membuat es krim sendirian bukan berdua?".

Anak mbarep langsung bersemangat dan anak ragil langsung mengatakan, "Aku tak nak."

Baiklah ini dia anak mbarep dengan susunan katanya sendiri. Good job nak, berusaha memperbaiki susunan kata setelah melihat rekaman video edisi percobaan tadi.


Ok, next time kita belajar menyusun kalimat yang lebih baik lagi ya nak. 

Monday, 18 December 2017

Celotehan Anak Jaman Now

"Ayah itu mau jadi warga biasa aja lah"

Dan tiba-tiba ada yang nyeletuk diantara obrolan kami, "Iya dan Ummi itu jadi ibu rumah tangga saja."

Sontak kami pun tertawa terbahak-bahak mendengarnya. "Kenapa malah ketawa? Emangnya aku salah?", dengan sorot mata tajam dia menatap kami. 

Pelukan gajah pun langsung menyergap anaknya, "Siap kapten."

Luv both of you
"Kacamata baru Ummi bagus.", dia menatapku dari dekat.

"Ummi cantik ya kalau pakai kacamata baru ini?", tanyaku.

"Ummi cantik kalau pakai jilbab.", jawabnya.

"Kalau gak pakai jilbab tetap cantik kan?", aku tak terima dengan jawabannya.

"Enggak", dengan enteng dia menjawab sambil memandang Upin Ipin sedang membantu Opa berkebun.

Sunday, 17 December 2017

Duo Fahlavi Belajar Menulis Cerita

Bulan lalu sebelum kawan-kawan mulai ujian akhir semester 1, saya mencoba mengajak mereka untuk belajar bercerita. Sebagai motivasi awal saya janjikan reward yang masih dirahasiakan wujudnya apa. Mereka yang awalnya ogah-ogahan untuk menulis sedikit tergugah semangatnya terpancing dengan reward yang saya tawarkan.

Saya mengajak mereka untuk menulis cerita tentang serunya hari ini. Kawan-kawan boleh menulis apa saja yang ingin mereka ceritakan. Mereka harus menulis minimal satu halaman penuh buku tulis. 

Ini dia hasilnya. 



Hasil karya anak mbarep

Hasil karya anak ragil
Good job kawan-kawan. Alhamdulillah mereka adalah partner belajar dam bermain yang menyenangkan. Ini baru percobaan ya nak, next time kita susun jadwal yum untuk belajar menulis cerita lagi.