"Aku sebel banget, temen-temen tiap hari ngece aku pacaran sama Nafiz." anak sulung saya masuk rumah dengan wajah kesal.
Baru kali ini dia kesal, biasanya dia tipikal anak yang loyal sekali kalau berurusan dengan teman. Sebenarnya ini sudah kali kedua dia bercerita tentang itu. Pertama kali cerita dulu, saya hanya meminta dia untuk cuek saja. Kalau teman-teman ngece dan kita gak merasa melakukan apa yang dikatakan mereka, ya biarkan saja. Tidak perlu menanggapi apa yang mereka katakan. Kalau kita tampak marah atau sebal, teman-teman akan semakin senang ngece kita.
Rupanya dia sudah mempraktekkan apa yang saya sarankan. Tapi ternyata teman-temannya masih saja mengolok-olok dia. Si Mas duduk tegak dengan wajah yang sudah kusut menahan kesal. Masih memakai seragam sekolah, dia terus saja mengungkapkan kekesalannya.
