Sunday, 11 October 2020

Task 1: Mind Map Berbenah


Semakin belajar, semakin merasa tidak pintar. Hal ini yang selalu Bunda rasakan setiap mengikuti kegiatan belajar apapun. Termasuk ketika mengikuti kelas Gemari Pratama. Gak pernah tahu sebelumnya kalau urusan berbenah yang selama ini kita anggap hal sepele, perlu dibuat mind map-nya. Kita harus paham tujuan, motivasi dan hal-hal yang menyebabkan berbenah itu harus dilakukan.

Tujuan besar Bunda adalah untuk bisa tinggal di rumah yang rapi, bersih dan nyaman sehingga seisi rumah bisa hidup dengan lebih teratur dan bahagia. Rumah rapi itu imbasnya besar, hati jadi lebih tenang, hidup jadi lebih teratur dan pada akhirnya bisa membawa kebahagian lebih dalam rumah. 

Sedangkan tujuan Bunda dalam berbenah meliputi beberapa hal, yaitu agar Bunda terbiasa untuk hiduo rapi, tanpa nanti. Bunda juga ingin memberikan teladan pada anak-anak bahwa berbenah dan hidup rapi itu suatu kebutuhan. Jika kebutuhan tersebut terpenuhi maka beban hidup kita tidak akan bertambah dengan melihat lingkungan yang berantakan. Rumah rapi dan bersih akan membuat hati kita tenang, hidup lebih sehat, nyaman dan bahagia. 

Sebenarnya rumah yang kami tinggali sekarang sudah cukup rapi, asri, lega karena desain rumah sedari awal kami buat tanpa banyak sekat sehingga sirkulasi udara terjaga dengan baik. Udara bebas keluar masuk, hembusan angin juga terasa hingga ke sudut-sudut rumah. Sudah bisa dikatakan rumah yang nyaman. Tapi itu sebagia besar adalah sumbangsih suami yang hobi berbenah. Beliau beda dengan Bunda yang berbenah kalau mood lagi kondusip, beliau rajin sekali berbenah. Seakan berbenah itu bukan sebagai suatu beban tapi sesuatu yang memang harus selalu dilakukan. Beliaulah motivasi Bunda untuk mengikuti program belajar ini. 

Berbenah kalau sempat dan kalau mood kondusif memang menjadi penghambat Bunda dari kerapian dan membuat suami geleng-geleng kepala selama ini. Beliau sering berkata, "Koyok ngene kok yo betah.", "Berantakan ngene kok yo iso turu." Padahal kalau sedang semangat berbenah, satu rumah bisa Bunda bongkarin, bersihin dan tata ulang sampai kece. Tapi sayangnya mood itu muncul sewindu sekali sepertinya. Penghambat lainnya, Bunda juga termasuk penyayang barang. Sering bilang, dibuang sayang. Sukanya barang-barang yang sebenarnya sudah gak sering dipakai itu disimpan dulu sampai pada akhirnya rela untuk dilepaskan. Jadi menuh-menuhin gudang. Hal ini yang menyebabkan berbenahnya Bunda itu bisa disebut berbenah tampak muka. Karena sebenarnya dipendam di belakang. Kadang juga Bunda masih lapar mata untuk barang-barang tertentu, meski kalau dibandingkan dengan emak-emak di sekeliling sih masih tergolong level rendah lah lapar matanya. Tapi tetap saja menyebabkan penumpukan barang di rumah.

Pernah suatu saat mencari tahu bagaimana bisa rumah-rumah di instagram itu selalu tampak rapi. Ternyata ada hasil ada usaha. Mereka punya jadwal rutin untuk berbenah tiap bagian rumah. Dan sebagian besar dari mereka selalu tuntas berbenah alias bukan berbenah tampak muka seperti Bunda. Semoga saja ya setelah belajar di Gemari Pratama ini, Bunda bisa lebih konsisten dalam berbenah. Bisa memilah mana kebutuhan dan keinginan, jadi gak ada penumpukan barang di rumah. 

Semangat berbenah, agar rumah jadi lebih rapi, bersih, sehat dan nyaman. 

#Task1GP #gemaripratama #gemaripratama4 #GP4kelas4 #menatadirimenatanegeri #gemariclass #metodegemarrapi #berbenahalaIndonesia #indonesiarapi #serapiitu #segemariitu #gemarian

 

Monday, 5 October 2020

Pemilihan Walikota Hexagon City




Satu kata untuk Hexagon City, 'Wowwwwwww'. Benar-benar gak nyangka kalau kota virtual ini didirikan dengan seserius  dan sedetail ini. Layaknya kota di dunia nyata, Hexagon City juga akan dipimpin oleh seorang walikota. Pada awalnya, hanya berpikir kalau pemilihan walikota ini hanya sebuah simbolis untuk pemilihan sebuah komunitas biasa saja.Akan tetapi setelah mengikuti rangkaian acara menjelang pemilihan walikota, dari acara kampanya di grup facebook, kampanye regional, acara penyampaian argumen para kandidat sampai pada puncaknya ada sesi bicara dari Tim Sukses. Masyaallah sungguh tidak main-main kota ini didirikan.

Ada 6 kandidat walikota Hexagon City, dimana keenamnya adalah sosok-sosok yang sangat luar biasa. Berasal dari berbagai latar belakang, berbagai passion tapi beliau semua satu semangat, memberikan yang terbaik untuk Hexagon City. Tidak ada aroma persaingan yang arogan seperti pemilihan pemimpin di 'negara tetangga'. Para kandidat walikota justru saling mendukung dan saling menyemangati. Luar biasa. 

Saat sesi komentar Pengamat Pemilu dan Tim Sukses tentang Pemilu di Hexagon City, mata langsung berbinar, bahagia dan akhirnya terharu. Bagaimana tidak, melihat tim sukses yang dengan sukarela mencurahkan segenap hati, pikiran, waktu dan tenaga untuk mendukung kandidat walikota. Ada yang menyiapkan materi kampanye, ada yang menyusun jadwal kampanye, ada juga tim desain yang membuat video dan poster-poster kampanye yang keren. Tim sukses tampil dengan mata berbinar semangat dan bahagia. Masyaallah, dalam hari berkata, inilah 'the power of emak-emak' yang sesungguhnya. Beliau semua keren.
Lalu apa peran saya dalam kegiatan pemilu walikota Hexagon City ini?

Saya adalah penggembira. Saya mendukung kegiatan pemilu ini dengan gembira. Saya menyerap semangat dan kebahagiaan yang terpancar dari KPU 'Tim Formula', para kandidat dan juga para Tim Sukses. Saya juga memilih walikota dengan gembira.


Siapapun nanti yang memimpin Hexagon City, semoga bisa membawa kota ini menjadi kota produktif, bisa membawa warganya selalu kreatif untuk menciptakan ide-ide solutif.

Sunday, 4 October 2020

Bunda Jadi Murid Gemari Pratama 4

 


Gemar Rapi merupakan metode berbenah yang holistik yang fokus pada perbaikan pribadi diawali dari rumah. Begitulah penjelasan singkat tentang Gemar Rapi yang Bunda dapatkan dari blog co-founder-nya, mbak Khoirun Nikmah. Nah. ternyata Gemar Rapi ini punya kelas online yaitu Kelas Intensif Online (KIO) Gemar Rapi. Kelas ini terdiri dari tiga level, yaitu Gemari Pratama, Gemari Madya dan Gemari Utama. 

Setahun lalu, Bunda tahu Gemari ini dari sosial media beberapa teman. Sliwar silwer aja tuh di timeline. Pernah sekali lihat cara pendaftarannya, cuma lihat aja trus Bunda tutup karena lumayan euy bayarnya. Begitu waktu itu mikirnya. 

Sampai beberapa waktu lalu, salah satu founder Gemari menjadi narasumber di kelas Institut Ibu Profesional. Bunda mulai penasaran tuh, di sana dijelaskan kalau di Gemari yang dipelajari awal adalah perubahan mindset dan perilaku terlebih dahulu. Kata-kata ini bikin Bunda sangat penasaran, ternyata beberes itu gak sesimpel yang kita kenal selama ini.Beberes itu ternyata ada ilmunya, beberes itu ternyata ada tahapan-tahapannya.


Nah, selain rasa penasaran Bunda itu, yang menjadi motivasi untuk mengikuti KIO Gemari Pratama adalah ingin mengimbangi rajinnya si Ayah. Kadang Bunda minder juga tuh lihat si Ayah rajinnya gak pernah surut. Bunda sebenarnya juga suka beberes dan suka lihat rumah rapi bersih. Tapi bedanya, kalau Bunda itu beberesnya tergantung mood. Kalau mood baik lagi muncul, bakal seharian bisa bongkarin barang-barang, tata ulang deh serumah. Tapi sayangnya mood baiknya muncul sewindu sekali. Lebih sering muncul magernya alias males gerak. Hehehehe. Jadi, ikut KIO Gemari Pratama ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi Bunda. 

Harapannya sih, semoga dengan ikut kelas ini, motivasi untuk beberes lebih besar lagi. Lebih semangat untuk merapikan rumah dan pastinya ingin melihat senyum si Ayah merekah sempurna melihat istrinya rajin beberes rumah. 

So, bismillah, Bunda siap mengosongkan gelas untuk belajar di KIO Gemari Pratama 4.