Sunday, 10 December 2017

Mandiri Meningkatkan Rasa Percaya Diri


Apa ya yang sedang dilakukan anak ragil dalam poto itu?

Ceritanya tadi siang sepulang dari mushola untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi, anak ragil langsung membuka kulkas. Dia mau minum susu tapi sepertinya dia kesulitan membuka kaleng susunya. Saya sengaja diam saja menunggu reaksi berikutnya dari anak ragil yang super cerewet ini. 

Saya menahan senyum melihat usahanya. Dia utak atik kaleng susu sampai pengaitnya lepas. Saya menghitung mundur sampai dia menyerahkan kaleng itu pada saya dan meminta tolong dibukakan. Ternyata sampai hitungan habis, dia tak kunjung meminta tolong. Anak ragil malah pergi begitu saja. Saya pikir mau minta tolong ayahnya. Ternyata bukan juga, anak ragil pergi ke dapur untuk mengambil gunting. 

Saya semakin penasaran apa yang mau anak ragil lakukan dengan gunting dan kaleng susu?

Nah itu dia yang dilakukan seperti yang terlihat dalam poto di atas. Anak ragil berusaha membuka kaleng susu dengan gunting. Meski hasilnya gak terbuka sempurna karena gunting hanya bisa membuat lubang kecil, tapi setidaknya dia berhasil meminum susu itu sampai tetes terakhir. 

Lha terus apa hubungannya dengan mandiri?

Manfaat dari hidup mandiri adalah menumbuhkan rasa percaya diri, belajar menganalisa, bertanggung jawab, mengembangkan daya tahan mental, kreatif dan memiliki pemikiran kritis. 

Inilah hubungannya antara aksi membuka kaleng dengan belajar mandiri. Si anak ragil jadi lebih besar kemauannya untuk mengatasi masalahnya sendiri. Mencoba menganalisa masalah yang dia hadapi dan berpiki kritis untuk mencari solusinya. Ketika dia berhasil dengan pemikirannya maka akan tumbuh rasa percaya diri yang tinggi. 

Good job nak!!

Kemandirian erat kaitannya dengan rasa percaya diri. Apabila kita ingin meningkatkan rasa percaya diri anak, mulailah dari meningkatkan kemandiriannya.

Baca juga :  Melatih Kemandirian, Sepuluh Hari Untuk Selamanya


#harike11
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#edisibonus
#kuliahbunsayiip
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional
#iippekalongan
#iipsemarang
#iipjateng

Multazam, Mushola Ramah Anak

Hari ini ada acara peringatan Maulid Nabi di Mushola kami, Mushola Multazam. Alhamdulillah antusias warga perumahan tergolong tinggi untuk menghadiri acara ini. Tak ketinggalan rombongan anak-anak juga ikut hadir disini. Warga perumahan tempat saya tinggal sebagian besar adalah keluarga muda. Jadi jangan kaget kalau mushola kami dipenuhi dengan anak-anak. 

Photo by Om Sigit

Saya sangat bersyukur berada di lingkungan yang memiliki mushola ramah anak. Saat sholat berjama'ah, anak-anak tak kalah semangat dengan para orang tua untuk berlarian ke mushola begitu mendengar adzan berkumandang. Menjelang maghrib anak-anak yang sedang nyore bermain bersama langsung berlarian pulang. Tak lama kemudian akan terdengar suara mereka saling memanggil teman di rumahnya masing-masing untuk mengajak sholat berjam'ah ke mushola.

Anak-anak ikut meramaikan peringatan Maulid Nabi

Lalu bagaimana suasana di mushola?

Namanya anak-anak jangan bayangkan akan bisa rapi seperti harapan kita para orang tua. Saat yang satu anteng, yang satunya jawil-jawil. Nanti ada yang masih balita bahkan batita berlarian kesana kemari. Tapi ada juga barisan anak-anak yang sudah SD atau SMP yang sholatnya alhamdulillah sudah rapi. 

Lalu bagaimana reaksi para orang tua dan takmir masjid?

Alhamdulillah kami para orang tua bisa saling maklum disini. Tentunya dengan tetap memberikan pengertian dan pemahaman tentang aturan di mushola pada anak-anak di rumah kami masing-masing. 

Benar-benar ini rejeki. 

Pernah menemukan ini di masjid suatu daerah lain
Saya sedih kalau menemukan masjid yang memasang pengumuman 'Dilarang membawa anak kecil ke dalam masjid'. Dalam hati saya bertanya, "Lalu harus dibawa kemana anak-anak kecil kita?".

Kembali ke mushola Multazam pada acara peringatan Maulid Nabi. Barisan anak-anak berjejeran di mushola pagi ini, padahal ini hari Minggu. Ini hari libur mereka setelah mereka disibukkan dengan ujian akhir bagi yang SD dan SMP. Tapi anak-anak sejak pagi sudah memenuhi mushola. Padahal bisa saja mereka lebih memilih untuk bermain bersama di hari liburnya ini kan?

Ini yang ingin sekali lagi saya syukuri. Mushola ramah anak adalah awal dari gerakan cinta mushola, cinta masjid pada generasi selanjutnya. Sejak kecil mereka sudah biasa akrab dengan kegiatan-kegiatan di mushola. 

Teringat pada bulan Ramadhan, setiap hari disini diadakan pengajian menjelang berbuka dengan sajian ta'jil yang disediakan bergilir oleh semua warganya. Anak-anak dengan semangat pergi ke mushola menjelang berbuka. Mungkin sekarang tujuan mereka masih untuk berbuka bersama teman-temannya, untuk mendapatkan ta'jil yang beraneka ragam jenisnya. Tapi ini adalah langkah awal bagi mereka untuk mencintai masjidnya yang kemudian akan membuat mereka mencintai kegiatannya disana dan akhirnya menyerap banyak ilmu dari sana. 

Makan siang bersama menambah suasana'rahat'

Selain ramah anak, takmir mushola kami juga selalu berusaha membuat kegiatan untuk memakmurkan masjid. Bagi kami kegiatan seperti peringatan Maulid Nabi ini adalah ajang silaturahim warga. Semua warga berbondong-bondong berkumpul ke mushola untuk menghadiri majlis ilmu. Suasananya 'rahat' kalau kata orang Pekalongan. 

Alhamdulillah, terimakasih tak terkira untuk bapak-bapak takmir mushola Multazam atas ketulusan dan kerja kerasnya memakmurkan mushola. Untuk kesabarannya dalam mengajak anak-anak kita untuk semangat ke mushola. Semoga kami para warganya juga senantiasa tertular semangatnya dalam memakmurkan mushola kita.

Baca juga : Hidup Itu Bukan Lomba Lari

Saturday, 9 December 2017

Melatih Kemandirian, Sepuluh Hari Untuk Selamanya

Anak mbarep pulang ujian lebih dulu hari ini dibanding adiknya. Sambil menunggu waktu menjemput adik, saya beri dia tugas mencatat list belanja bulanan yang perlu kita beli. Dia semangat sekali melongok ke dapur, membuka box penyimpanan, memeriksa ini itu mana yang sudah habis dan perlu dibeli.

Hhhhhh....dan emaknya pengen mewek. Ternyata anaknya sudah besar.

Catatan belanja anak mbarep
Itu dia barang-barang yang menurut anak mbarep perlu dibeli. Benar-benar membuat emaknya pengen mewek. Rasanya baru kemarin dia belajar membaca dan sekarang dia sudah bisa mencatat list belanja. 

Hari ini kami pun mengisi weekend dengan belanja ke supermarket. Karena anak mbarep sudah membuat catatan belanja, dia pun semangat sekali begitu sampai di supermarket. Memilih ini itu dan memasukkan ke troli. Tentu kali ini personil sudah lengkap karena anak ragil sudah pulang ujian sekolah. Anak ragil juga gak kalah semangat untuk belanja, apalagi dia sudah makan bakso Malang 2 porsi sebelumnya.

Tak terasa tiga jam kami habiskan waktu di supermarket. Sesampainya di rumah, perut yang sudah terisi bakso Malang sudah terasa lapar lagi. Kawan-kawan langsung membuka sereal yang tadi mereka beli, sementara saya dan Pak Bojo menikmati tape singkong Raja Madu yang juga kami beli di supermarket.

Anak ragil sedang membersihkan kamar
Setelah perut sudah kembali anteng, saya ajak kawan-kawan untuk menata barang belanjaan. Anak mbarep dan anak ragil sekalian membersihkan kamar sebelum menata barang belanjaan mereka yang selain sereal, susu dan sosis juga berisi parfum dan minyak rambut mereka. Mereka saling bekerja sama untuk membersihkan kamar. Anak mbarep mengambil sulak, anak ragil menurunkan barang-barang yang ada di atas Macaron TV Cabinet. Kemudian anak mbarep merapikan tempat tidur dan anak ragil membersihkan debu di atas Macaron. Terakhir mereka menata kembali barang-barangnya ditambah dengan hasil belanja mereka. 

Macaron TV Cabinet sudah rapi kembali
Alhamdulillah, sepuluh hari sudah saya secara 'khusus' mengamati perkembangan hasil belajar kemandirian mereka terutama anak ragil. Alhamduliah juga hasilnya bukan hanya bagus dan memuaskan tapi justru membuat saya ternganga. Dua jagoan kecil Ayah Ummi yang hebat, sejak kecil selalu menjadi anak-anak yang menyenangkan. Sampai sekarang kelas satu dan dua SD mereka dengan senang hati diajak belajar mandiri.

Insya Allah belajar kita bukan hanya sepuluh hari ini ya nak, tapi selamanya akan terus belajar untuk bisa hidup mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Next kita akan memulai pelajaran-pelajaran lain yang gak kalah seru dari ini nak. 

Do'a terbaik selalu Ayah dan Ummi panjatkan untuk kalian kawan-kawan kecil agar selalu sehat, sholeh, cerdas dan bermanfaat untuk umat.  


#harike10
#gamelevel2
#tantangan10hari
#melatihkemandirian
#kuliahbunsayiip
#kelasbundasayang
#institutibuprofesional
#iippekalongan
#iipsemarang
#iipjateng