Friday, 25 May 2018

Ramadan yang Kan Dirindukan

Derap kaki beriringan menuju satu arah
Celoteh ceria bersahutan sepanjang langkah
Senja pun bersemu merah membersamainya

Takjil sederhana menanti mereka di musala
Sederhana tapi membawa bahagia
Berbuka puasa bersama teman sebaya

"Bunda, tolong pecahin es batunya ya," pinta adik menyodorkan sebungkus es batu padaku. Waktu menunjukkan pukul 17.30, beberapa menit menuju waktu berbuka. Nafasnya terengah-engah, seperti habis berlari maraton. 

Dua jagoan kecilku sudah berangkat ke musala sejak jam lima tadi untuk mengikuti kultum sore. Tapi setiap menjelang berbuka mereka pulang hanya untuk mengambil es batu. Ide kreatif dari mereka sejak hari kedua Ramadan, membawa es batu ke musala. 

Setiap hari, kami warga perumahan, bergantian menyediakan takjil di musala. Makanan sederhana yang ternyata dinantikan anak-anak di waktu berbuka. Setiap sore mereka berbondong-bondong menuju musala. Membayangkan makanan apa yang akan mereka dapatkan kali ini. Teh hangat menemani menu takjil untuk mereka. Mungkin kurang segar segelas teh hangat untuk berbuka, mereka pun punya ide untuk membawa es batu dari rumah. 

Thursday, 24 May 2018

Perhatian Tiga Lelakiku

Inilah yang kusuka dari bulan Ramadan, makan bersama pun terasa lebih ceria dari biasanya. Tiga lelakiku tampak lahap sekali menikmati makanannya. Padahal sebelum salat tarawih tadi sudah menyantap beberapa potong martabak.

Tanpa terasa senyumku mengembang, penuh rasa syukur dalam hatiku. Melihat senyum dan semangat mereka adalah anugerah bagiku.

"Bundaaa... tolong geser dikit. Aku kesempitan nih duduknya." aku keluar dari lamunan. Anak bungsu sudah mendorong lenganku agar aku sedikit bergeser.

Wednesday, 23 May 2018

Menumbuhkan Cinta pada Rumah-Nya

Mas dan adik sedang duduk serius dengan buku pelajarannya sore ini. Sesuai kesepakatan, selama pekan ujian kenaikan kelas, untuk sementara jam main sore diganti dengan belajar. Meski agak sedih, mereka tetap nurut untuk langsung belajar setelah salat asar. 

Sore ini saya hanya mengarahkan saja bab-bab mana yang harus mereka pelajari. Selebihnya, saya memberikan kebebasan pada anak-anak untuk memilih cara belajar yang nyaman bagi mereka. Adik lebih suka belajar dengan membaca semua materi yang sudah dia pelajari di sekolah. Sedangkan Mas lebih suka sedikit membaca tapi banyak mengerjakan soal-soal. 

"Bunda, nanti kita boleh buka puasa sama salat magrib di musala?" tanya adik dengan wajah penuh harap. Dia memandang saya yang sedang sibuk menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. 

"Boleh dong, Nak. Saatnya buka puasa dan salat, ya berhenti dulu dong belajarnya. Kalian tetap boleh kok buka puasa dan salat di musala." jawab saya sambil melempar senyum termanis pada anak bungsu ini.