Derap kaki beriringan menuju satu arah
Celoteh ceria bersahutan sepanjang langkah
Senja pun bersemu merah membersamainya
Takjil sederhana menanti mereka di musala
Sederhana tapi membawa bahagia
Berbuka puasa bersama teman sebaya
"Bunda, tolong pecahin es batunya ya," pinta adik menyodorkan sebungkus es batu padaku. Waktu menunjukkan pukul 17.30, beberapa menit menuju waktu berbuka. Nafasnya terengah-engah, seperti habis berlari maraton.
Dua jagoan kecilku sudah berangkat ke musala sejak jam lima tadi untuk mengikuti kultum sore. Tapi setiap menjelang berbuka mereka pulang hanya untuk mengambil es batu. Ide kreatif dari mereka sejak hari kedua Ramadan, membawa es batu ke musala.
Setiap hari, kami warga perumahan, bergantian menyediakan takjil di musala. Makanan sederhana yang ternyata dinantikan anak-anak di waktu berbuka. Setiap sore mereka berbondong-bondong menuju musala. Membayangkan makanan apa yang akan mereka dapatkan kali ini. Teh hangat menemani menu takjil untuk mereka. Mungkin kurang segar segelas teh hangat untuk berbuka, mereka pun punya ide untuk membawa es batu dari rumah.